Telah lewat beberapa saat pergantian tahun baru hijriah, saya dalam kebimbangan mencari
jawaban tentang transaksi keuangan saya.
Alhamdulillah bukan keuangan terkait kekurangan ataupun utang piutang,
tetapi pengelolaan keuangan itu sendiri.
Pengelolaan yang saya maksud lebih kepada penyimpanan, alokasi dan
muamalah/transaksi saya.
Pengelolaan keuangan ini menjadi pertanyaan dalam keseharian saya
karena beberapa hal.
Pertama, saya sedang memulai keluarga baru bersama isteri dan putri
pertama saya sehingga kehalalan pengelolaan uang menjadi kebutuhan
bagi saya, dengan catatan Alhamdulillah&Insya Allah
pemasukan/pengeluaran itu sendiri sudah halal.
Kedua, gegap gempita perbankan syariah di indonesia yang membuka mata
saya tentang jalur-jalur pengelolaan keuangan dalam koridor yang
syar'i.
ketiga, pro kontra keuangan syariah (mencakup lembaga) itu sendiri
baik secara dasar,metode maupun persinggungannya dengan sistem
konvensional. Hal ini menjadi topik hangat di antara sebagian umat
islam terhadap sebagian lainnya.
Singkat kata, dilatarbelakangi faktor internal-eksternal di atas saya
berusaha merumus niat,cara serta tahapan untuk menuju keberkahan
finansial dunia dan akhirat.
Semoga tema perbaknkan syariah untuk menggapai keberkahan finansial menjadi hal
menarik untuk saya urai di blog serta ada pihak yang ikhlas
berbagi saran untuk keawaman saya ataupun bersama. Sejujurnya
memposting tulisan ini pun diawali kenekatan dengan tanda tanya apakah
saya bisa mengurai bagian-bagian berikutnya dengan baik dan
mencerminkan kehijarahan saya tersebut. Tetapi biarkan ini menjadi
cambuk saya menulis berikutnya.
2 comments:
Hi Zor,
udah mulai aktif lagi nih..
jangan angot-angotan dong..biar istiqomah ngeblog-nya...
hahaha, gw jadi inget slogan loe:
konsisten dalam inkonsisten
-las-
Post a Comment